Langsung ke konten utama

Rahasia Terungkap: Intip Harga Jahe Gajah Terbaru dan Rahasia Lain!

Rahasia Terungkap: Intip Harga Jahe Gajah Terbaru dan Rahasia Lain!


Berapa harga jahe gajah sekarang? adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang ingin membeli jahe gajah. Jahe gajah sendiri merupakan salah satu jenis jahe yang memiliki ukuran lebih besar dari jahe biasa. Jahe ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti meredakan mual, masuk angin, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Harga jahe gajah di pasaran bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti kualitas, ukuran, dan lokasi penjualan. Namun, secara umum, harga jahe gajah berkisar antara Rp 20.000,- hingga Rp 30.000,- per kilogram. Jahe gajah yang berkualitas baik biasanya memiliki ukuran besar, kulitnya bersih dan tidak keriput, serta memiliki aroma yang kuat.

Bagi masyarakat yang ingin membeli jahe gajah, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendapatkan harga yang terbaik. Pertama, belilah jahe gajah langsung dari petani atau pasar tradisional. Kedua, belilah jahe gajah dalam jumlah besar untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Ketiga, belilah jahe gajah pada saat musim panen untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Berapa harga jahe gajah sekarang?

Harga jahe gajah merupakan informasi penting bagi masyarakat yang ingin membeli jahe jenis ini. Harga jahe gajah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kualitas, ukuran, lokasi penjualan, dan musim panen. Untuk mendapatkan harga terbaik, disarankan untuk membeli jahe gajah langsung dari petani atau pasar tradisional, membeli dalam jumlah besar, dan membeli pada saat musim panen.

  • Kualitas
  • Ukuran
  • Lokasi penjualan
  • Musim panen
  • Permintaan pasar
  • Nilai tukar
  • Inflasi
  • Biaya produksi
  • Laba petani

Harga jahe gajah juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti bencana alam, kebijakan pemerintah, dan perkembangan ekonomi global. Oleh karena itu, harga jahe gajah dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat yang ingin membeli jahe gajah disarankan untuk memantau perkembangan harga jahe gajah secara berkala.

Kualitas

Kualitas, Jahe Gajah 2

Kualitas merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga jahe gajah. Jahe gajah yang berkualitas baik biasanya memiliki ukuran besar, kulitnya bersih dan tidak keriput, serta memiliki aroma yang kuat. Jahe gajah yang berkualitas baik juga memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi, sehingga memiliki khasiat yang lebih kuat.

Harga jahe gajah yang berkualitas baik tentu saja lebih mahal dibandingkan dengan jahe gajah yang kualitasnya rendah. Namun, masyarakat disarankan untuk membeli jahe gajah yang berkualitas baik, meskipun harganya lebih mahal. Hal ini karena jahe gajah yang berkualitas baik memiliki khasiat yang lebih kuat, sehingga lebih efektif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Selain itu, jahe gajah yang berkualitas baik juga lebih tahan lama dibandingkan dengan jahe gajah yang kualitasnya rendah. Jahe gajah yang berkualitas baik dapat disimpan hingga berbulan-bulan, tanpa kehilangan khasiatnya. Sementara itu, jahe gajah yang kualitasnya rendah hanya dapat disimpan dalam waktu yang lebih singkat, karena lebih mudah membusuk.

Ukuran

Ukuran, Jahe Gajah 2

Ukuran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga jahe gajah. Jahe gajah yang berukuran besar biasanya dijual lebih mahal dibandingkan dengan jahe gajah yang berukuran kecil. Hal ini karena jahe gajah yang berukuran besar biasanya memiliki kualitas yang lebih baik, kandungan minyak atsirinya lebih tinggi, dan khasiatnya lebih kuat.

  • Ukuran dan Kualitas

    Jahe gajah yang berukuran besar biasanya memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini karena jahe gajah yang berukuran besar biasanya memiliki umur yang lebih tua, sehingga memiliki waktu yang lebih lama untuk menyerap nutrisi dari tanah. Selain itu, jahe gajah yang berukuran besar biasanya memiliki kadar air yang lebih rendah, sehingga lebih tahan lama dan tidak mudah membusuk.

  • Ukuran dan Kandungan Minyak Atsiri

    Jahe gajah yang berukuran besar biasanya memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi. Minyak atsiri merupakan senyawa yang memberikan aroma dan rasa khas pada jahe. Minyak atsiri juga memiliki berbagai khasiat kesehatan, seperti antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri.

  • Ukuran dan Khasiat

    Jahe gajah yang berukuran besar biasanya memiliki khasiat yang lebih kuat. Hal ini karena jahe gajah yang berukuran besar memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi, sehingga memiliki efek farmakologis yang lebih kuat.

Oleh karena itu, masyarakat yang ingin membeli jahe gajah disarankan untuk memilih jahe gajah yang berukuran besar. Meskipun harganya lebih mahal, namun jahe gajah yang berukuran besar memiliki kualitas yang lebih baik, kandungan minyak atsirinya lebih tinggi, dan khasiatnya lebih kuat.

Lokasi penjualan

Lokasi Penjualan, Jahe Gajah 2

Lokasi penjualan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga jahe gajah. Jahe gajah yang dijual di daerah perkotaan biasanya lebih mahal dibandingkan dengan jahe gajah yang dijual di daerah pedesaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Biaya transportasi: Biaya transportasi jahe gajah dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan cukup tinggi, sehingga menambah biaya produksi jahe gajah.
  • Nilai tanah: Harga tanah di daerah perkotaan lebih mahal dibandingkan dengan harga tanah di daerah pedesaan. Hal ini menyebabkan biaya sewa atau pembelian lahan untuk budidaya jahe gajah di daerah perkotaan menjadi lebih tinggi.
  • Upah tenaga kerja: Upah tenaga kerja di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan upah tenaga kerja di daerah pedesaan. Hal ini menyebabkan biaya produksi jahe gajah di daerah perkotaan menjadi lebih tinggi.

Selain itu, harga jahe gajah di daerah perkotaan juga dipengaruhi oleh permintaan pasar. Permintaan jahe gajah di daerah perkotaan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan jahe gajah di daerah pedesaan. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup masyarakat perkotaan yang lebih modern dan kesadaran masyarakat perkotaan terhadap kesehatan yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, masyarakat yang ingin membeli jahe gajah disarankan untuk membeli jahe gajah di daerah pedesaan. Meskipun jaraknya lebih jauh, namun harga jahe gajah di daerah pedesaan biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga jahe gajah di daerah perkotaan.

Musim panen

Musim Panen, Jahe Gajah 2

Musim panen merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi harga jahe gajah. Jahe gajah biasanya dipanen pada bulan-bulan tertentu, yaitu pada saat kandungan minyak atsirinya sedang tinggi. Musim panen jahe gajah di Indonesia biasanya terjadi pada bulan Maret hingga Mei. Pada saat musim panen, harga jahe gajah biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di luar musim panen.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Stok melimpah: Pada saat musim panen, stok jahe gajah di pasaran melimpah. Hal ini menyebabkan harga jahe gajah turun karena adanya persaingan antar petani untuk menjual jahe gajah mereka.
  • Kualitas tinggi: Jahe gajah yang dipanen pada saat musim panen biasanya memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini karena jahe gajah memiliki waktu yang cukup untuk menyerap nutrisi dari tanah dan memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi.
  • Permintaan tinggi: Pada saat musim panen, permintaan jahe gajah biasanya meningkat. Hal ini karena masyarakat banyak yang membutuhkan jahe gajah untuk berbagai keperluan, seperti untuk bumbu masakan, obat-obatan tradisional, dan minuman kesehatan.

Oleh karena itu, masyarakat yang ingin membeli jahe gajah disarankan untuk membeli jahe gajah pada saat musim panen. Meskipun stok melimpah, namun kualitas jahe gajah pada saat musim panen biasanya lebih baik dan harganya lebih murah.

Permintaan pasar

Permintaan Pasar, Jahe Gajah 2

Permintaan pasar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi harga jahe gajah. Permintaan pasar menunjukkan banyaknya jumlah jahe gajah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada suatu harga tertentu. Ketika permintaan pasar tinggi, harga jahe gajah cenderung naik. Sebaliknya, ketika permintaan pasar rendah, harga jahe gajah cenderung turun.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan pasar jahe gajah, antara lain:

  • Gaya hidup masyarakat: Semakin banyak masyarakat yang mengonsumsi jahe gajah, baik untuk bumbu masakan, obat-obatan tradisional, maupun minuman kesehatan, maka permintaan pasar jahe gajah akan semakin tinggi.
  • Kesadaran masyarakat akan kesehatan: Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan jahe gajah, maka permintaan pasar jahe gajah akan semakin tinggi.
  • Inovasi produk: Semakin banyak inovasi produk yang menggunakan jahe gajah, seperti minuman kesehatan, permen, dan kosmetik, maka permintaan pasar jahe gajah akan semakin tinggi.
  • Harga jahe gajah: Jika harga jahe gajah terjangkau, maka permintaan pasar jahe gajah akan semakin tinggi.

Bagi petani jahe gajah, memahami permintaan pasar sangat penting untuk menentukan strategi produksi dan pemasaran. Dengan memahami permintaan pasar, petani jahe gajah dapat menyesuaikan produksi mereka agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan memaksimalkan keuntungan mereka.

Nilai tukar

Nilai Tukar, Jahe Gajah 2

Nilai tukar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga jahe gajah. Nilai tukar menunjukkan nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap mata uang negara lain, maka harga jahe gajah cenderung naik. Sebaliknya, ketika nilai tukar rupiah menguat terhadap mata uang negara lain, maka harga jahe gajah cenderung turun.

  • Pengaruh nilai tukar terhadap biaya produksi

    Nilai tukar dapat mempengaruhi biaya produksi jahe gajah. Misalnya, jika nilai tukar rupiah melemah terhadap mata uang negara lain, maka biaya impor bahan baku dan peralatan produksi akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga jahe gajah.

  • Pengaruh nilai tukar terhadap permintaan pasar

    Nilai tukar juga dapat mempengaruhi permintaan pasar jahe gajah. Misalnya, jika nilai tukar rupiah melemah terhadap mata uang negara lain, maka harga jahe gajah di pasar ekspor akan menjadi lebih murah. Hal ini dapat meningkatkan permintaan jahe gajah di pasar ekspor dan menyebabkan kenaikan harga jahe gajah di dalam negeri.

  • Pengaruh nilai tukar terhadap harga jual

    Nilai tukar juga dapat mempengaruhi harga jual jahe gajah. Misalnya, jika nilai tukar rupiah menguat terhadap mata uang negara lain, maka harga jahe gajah di pasar ekspor akan menjadi lebih mahal. Hal ini dapat menyebabkan penurunan harga jual jahe gajah di dalam negeri.

Dengan demikian, nilai tukar merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga jahe gajah. Petani jahe gajah dan pelaku usaha jahe gajah perlu memantau perkembangan nilai tukar secara berkala agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam produksi dan pemasaran jahe gajah.

Inflasi

Inflasi, Jahe Gajah 2

Inflasi merupakan salah satu faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi harga jahe gajah. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Ketika terjadi inflasi, nilai mata uang suatu negara akan menurun, sehingga daya beli masyarakat akan berkurang.

Inflasi dapat mempengaruhi harga jahe gajah melalui beberapa mekanisme. Pertama, inflasi dapat meningkatkan biaya produksi jahe gajah. Misalnya, jika biaya pupuk, tenaga kerja, dan transportasi naik akibat inflasi, maka biaya produksi jahe gajah juga akan meningkat. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan harga jahe gajah.

Kedua, inflasi dapat mengurangi permintaan jahe gajah. Ketika harga barang dan jasa secara umum naik, masyarakat cenderung mengurangi pengeluaran mereka untuk barang-barang yang tidak terlalu penting, seperti jahe gajah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan permintaan jahe gajah dan pada akhirnya dapat berdampak pada penurunan harga jahe gajah.

Oleh karena itu, inflasi merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga jahe gajah. Petani jahe gajah dan pelaku usaha jahe gajah perlu memantau perkembangan inflasi secara berkala agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam produksi dan pemasaran jahe gajah.

Biaya produksi

Biaya Produksi, Jahe Gajah 2

Biaya produksi merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan harga jahe gajah. Biaya produksi meliputi semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi jahe gajah, mulai dari biaya pembelian bibit, biaya pengolahan lahan, biaya pemupukan, biaya pengairan, biaya pengendalian hama dan penyakit, hingga biaya panen dan pascapanen.

Kenaikan biaya produksi dapat berdampak langsung pada kenaikan harga jahe gajah. Misalnya, jika biaya pupuk naik, maka biaya produksi jahe gajah juga akan naik. Kenaikan biaya produksi ini pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga jahe gajah.

Sebaliknya, penurunan biaya produksi dapat berdampak langsung pada penurunan harga jahe gajah. Misalnya, jika pemerintah memberikan subsidi pupuk kepada petani jahe gajah, maka biaya produksi jahe gajah akan turun. Penurunan biaya produksi ini pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk penurunan harga jahe gajah.

Oleh karena itu, biaya produksi merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga jahe gajah. Petani jahe gajah dan pelaku usaha jahe gajah perlu mengelola biaya produksi mereka secara efisien agar dapat menghasilkan jahe gajah dengan harga yang kompetitif.

Laba petani

Laba Petani, Jahe Gajah 2

Laba petani merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan harga jahe gajah sekarang. Laba petani adalah selisih antara pendapatan petani dari penjualan jahe gajah dengan biaya produksi jahe gajah. Laba petani sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Harga jual jahe gajah

    Harga jual jahe gajah sangat mempengaruhi laba petani. Jika harga jual jahe gajah tinggi, maka laba petani akan tinggi. Sebaliknya, jika harga jual jahe gajah rendah, maka laba petani akan rendah.

  • Biaya produksi jahe gajah

    Biaya produksi jahe gajah juga mempengaruhi laba petani. Jika biaya produksi jahe gajah tinggi, maka laba petani akan rendah. Sebaliknya, jika biaya produksi jahe gajah rendah, maka laba petani akan tinggi.

  • Produktivitas jahe gajah

    Produktivitas jahe gajah juga mempengaruhi laba petani. Jika produktivitas jahe gajah tinggi, maka laba petani akan tinggi. Sebaliknya, jika produktivitas jahe gajah rendah, maka laba petani akan rendah.

  • Efisiensi petani

    Efisiensi petani juga mempengaruhi laba petani. Jika petani efisien dalam mengelola lahan dan sumber daya produksi lainnya, maka biaya produksi jahe gajah akan rendah dan laba petani akan tinggi. Sebaliknya, jika petani tidak efisien dalam mengelola lahan dan sumber daya produksi lainnya, maka biaya produksi jahe gajah akan tinggi dan laba petani akan rendah.

Dengan demikian, laba petani merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga jahe gajah sekarang. Petani jahe gajah perlu mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi laba petani agar dapat memperoleh laba yang layak dan berkelanjutan.

FAQ

Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya mengenai harga jahe gajah sekarang:

Pertanyaan 1: Berapa harga jahe gajah sekarang?


Jawaban: Harga jahe gajah sekarang berkisar antara Rp. 20.000,- hingga Rp. 30.000,- per kilogram, tergantung pada kualitas, ukuran, lokasi penjualan, dan musim panen.

Pertanyaan 2: Mengapa harga jahe gajah bisa berbeda-beda?


Jawaban: Perbedaan harga jahe gajah disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kualitas, ukuran, lokasi penjualan, dan musim panen. Jahe gajah yang berkualitas baik, berukuran besar, dijual di daerah perkotaan, dan di luar musim panen biasanya memiliki harga yang lebih tinggi.

Pertanyaan 3: Di mana bisa membeli jahe gajah dengan harga murah?


Jawaban: Untuk mendapatkan harga jahe gajah yang murah, disarankan untuk membeli langsung dari petani atau di pasar tradisional. Selain itu, membeli jahe gajah dalam jumlah besar dan pada saat musim panen juga dapat membantu menghemat pengeluaran.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara mengetahui kualitas jahe gajah yang baik?


Jawaban: Jahe gajah yang berkualitas baik biasanya memiliki ukuran yang besar, kulitnya bersih dan tidak keriput, serta memiliki aroma yang kuat. Selain itu, jahe gajah yang berkualitas baik juga memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara menyimpan jahe gajah agar tahan lama?


Jawaban: Jahe gajah dapat disimpan dalam lemari es hingga 2 minggu. Untuk penyimpanan jangka panjang, jahe gajah dapat dikeringkan atau dibekukan. Jahe gajah kering dapat disimpan hingga 6 bulan, sedangkan jahe gajah beku dapat disimpan hingga 1 tahun.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat kesehatan dari jahe gajah?


Jawaban: Jahe gajah memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain meredakan mual, masuk angin, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol, dan mengurangi peradangan.

Demikian informasi mengenai harga jahe gajah sekarang. Semoga bermanfaat!

Tips untuk Mendapatkan Harga Jahe Gajah Terbaik

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda mendapatkan harga jahe gajah terbaik:

Tip 1: Beli langsung dari petani atau di pasar tradisional
Dengan membeli langsung dari petani atau di pasar tradisional, Anda dapat memperoleh harga yang lebih murah dibandingkan membeli di supermarket atau toko kelontong.

Tip 2: Beli dalam jumlah besar
Jika Anda membutuhkan jahe gajah dalam jumlah besar, membeli dalam jumlah besar dapat membantu Anda mendapatkan harga yang lebih murah per kilogram.

Tip 3: Beli pada saat musim panen
Harga jahe gajah biasanya lebih murah pada saat musim panen, karena pasokan jahe gajah sedang melimpah.

Tip 4: Pilih jahe gajah yang berkualitas baik
Meskipun jahe gajah yang berkualitas baik biasanya lebih mahal, namun jahe gajah tersebut lebih tahan lama dan memiliki khasiat yang lebih kuat.

Tip 5: Simpan jahe gajah dengan benar
Jahe gajah dapat disimpan dalam lemari es hingga 2 minggu. Untuk penyimpanan jangka panjang, jahe gajah dapat dikeringkan atau dibekukan.

Kesimpulan
Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memperoleh harga jahe gajah terbaik dan menikmati manfaat kesehatan dari jahe gajah.

Kesimpulan

Harga jahe gajah dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kualitas, ukuran, lokasi penjualan, musim panen, permintaan pasar, nilai tukar, inflasi, biaya produksi, laba petani, dan lain-lain. Untuk mendapatkan harga jahe gajah terbaik, disarankan untuk membeli langsung dari petani atau di pasar tradisional, membeli dalam jumlah besar, membeli pada saat musim panen, memilih jahe gajah yang berkualitas baik, dan menyimpan jahe gajah dengan benar.

Harga jahe gajah yang fluktuatif dapat menjadi tantangan bagi petani jahe gajah dan pelaku usaha jahe gajah. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari semua pihak untuk menjaga stabilitas harga jahe gajah agar petani jahe gajah dapat memperoleh keuntungan yang layak dan berkelanjutan.

Youtube Video:


Images References

Images References, Jahe Gajah 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Jahe Gajah 2 Memiliki Cita Rasa yang Menggigit: Rahasia di Balik Kepedasannya

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kuliner. Rimpangnya memiliki rasa pedas yang khas, sehingga sering digunakan sebagai bumbu dapur atau bahan pengobatan. Rasa pedas pada jahe disebabkan oleh adanya senyawa kimia yang disebut gingerol. Gingerol adalah senyawa fenolik yang memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Ketika jahe dikonsumsi, gingerol akan berinteraksi dengan reseptor rasa pedas di lidah, sehingga menimbulkan sensasi pedas.

Rahasia Konsumsi Jahe Gajah 2: Frekuensi Ideal Minum Air Rebusan Jahe

Air rebusan jahe adalah minuman tradisional yang telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai penyakit. Jahe mengandung senyawa aktif yang disebut gingerol, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan kuat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air rebusan jahe dapat membantu meredakan mual, muntah, dan diare. Jahe juga dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada sendi dan otot. Selain itu, air rebusan jahe dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melindungi tubuh dari infeksi.

Rahasia Waktu Panen Jahe Gajah Terungkap!

Berapa bulan jahe gajah bisa di panen? adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh petani jahe. Jahe gajah ( Zingiber officinale var. officinale ) adalah salah satu jenis jahe yang memiliki ukuran rimpang lebih besar dari jenis jahe lainnya. Masa panen jahe gajah umumnya lebih lama dibandingkan dengan jenis jahe lainnya. Waktu panen jahe gajah sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti varietas jahe, kondisi tanah, dan iklim. Namun, secara umum, jahe gajah dapat dipanen setelah berumur sekitar 9-12 bulan. Setelah masa panen tiba, rimpang jahe gajah dapat dipanen dengan cara dicabut atau digali dari dalam tanah.